• July 1, 2026 6:18 pm

Hari Bhayangkara 2026 Polri Pertahankan Rekor Nol Serangan Teror

Hari Bhayangkara 2026: Polri Pertahankan Rekor Nol Serangan Teror

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada Upacara Peringatan Hari Bhayangkara 2026, Rabu (1/7).(Dok. Polda Jabar)

KAPOLRI Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa Kepolisian Republik Indonesia (Polri) berhasil mempertahankan rekor tanpa serangan teror atau zero terrorist attack di tanah air sejak tahun 2023. Capaian krusial ini menjadi kado utama dalam peringatan HUT ke-80 Bhayangkara yang digelar di Kabupaten Bogor, Rabu (1/7).

Dalam laporannya pada Upacara Peringatan Hari Bhayangkara 2026, Kapolri mengungkapkan bahwa stabilitas keamanan ini merupakan buah dari konsistensi Polri dalam menerapkan strategi penanggulangan terorisme yang komprehensif. Pendekatan preventif dan penindakan tegas dilakukan secara simultan untuk menutup ruang gerak sel-sel teror.

“Penanggulangan aksi teroris kami lakukan secara berkelanjutan melalui pendekatan soft approach dan hard approach sehingga dapat mempertahankan zero terrorist attack sejak tahun 2023,” ujar Listyo Sigit Prabowo.

Kapolri menjelaskan, strategi soft approach difokuskan pada deradikalisasi dan pencegahan dini, sementara hard approach tetap dijalankan sebagai langkah penegakan hukum yang tegas dan terukur terhadap ancaman nyata. Sinergi kedua metode ini dinilai efektif meredam potensi gangguan keamanan sebelum berkembang menjadi aksi kekerasan.

Selain ancaman terorisme konvensional, Polri kini memberikan perhatian khusus pada fenomena baru, yakni violent nihilistic extremism yang mulai menyasar kalangan anak dan remaja. Hal ini merespons dampak dari peristiwa ledakan di SMA 72 yang menjadi alarm bagi keamanan lingkungan pendidikan.

Sebagai langkah konkret, Polri telah melakukan intervensi terhadap 137 anak yang terpapar radikalisme serta 130 anak yang terpapar kekerasan. Langkah pendampingan ini dilakukan melalui koordinasi ketat dengan kementerian dan lembaga terkait guna memutus rantai penyebaran ideologi ekstrem di generasi muda.

Menutup laporannya di Hari Bhayangkara 2026, Jenderal Listyo Sigit menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci utama. Dinamika ancaman radikalisme yang terus berubah menuntut Polri untuk selalu adaptif dan kolaboratif demi menjaga stabilitas keamanan nasional jangka panjang. (Z-10)

Artikel ini telah dimuat di mediaindonesia.com dengan Judul “Hari Bhayangkara 2026 Polri Pertahankan Rekor Nol Serangan Teror” pada 2026-07-01 14:26:00

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *