• June 22, 2026 10:47 pm

Sekjen Kao tekankan lima prioritas kerja sama ASEAN-China

Sekjen Kao tekankan lima prioritas kerja sama ASEAN-China

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

Prioritas pertama adalah perdamaian dan stabilitas

Jakarta (ANTARA) – Sekretaris Jenderal (Sekjen) ASEAN Kao Kim Hourn mendorong penguatan kerja sama dengan China pada lima sektor prioritas, mulai dari stabilitas kawasan hingga mengatasi kejahatan lintas batas, seiring meningkatnya kemitraan strategis ASEAN-China.

“Prioritas pertama adalah perdamaian dan stabilitas, karena prioritas-prioritas lain tak mungkin tercapai tanpa hal tersebut,” kata Sekjen Kao dalam acara peringatan lima tahun kemitraan strategis komprehensif ASEAN-China, Forum Jakarta 2026, di Jakarta, Senin.

Kao mengapresiasi komitmen China terhadap Traktat Persahabatan dan Kerja Sama di Asia Tenggara (TAC), Traktat Zona Bebas Senjata Nuklir Asia Tenggara (SEANWFZ), Wawasan Indo-Pasifik ASEAN (AOIP), serta sentralitas ASEAN.

Baca juga: Sekjen ASEAN harap ada KTT untuk peringatan 50 tahun AS-ASEAN

Dia juga menyoroti kemajuan signifikan dalam perundingan kode tata perilaku (CoC) di Laut China Selatan antara ASEAN dan China, yang mencerminkan komitmen membangun kepercayaan dan mengutamakan dialog damai dalam mengatasi perselisihan.

Prioritas kerja sama kedua harus berkutat pada transformasi dan inovasi digital, jelasnya, khususnya setelah negosiasi Kesepakatan Kerangka Kerja Ekonomi Digital ASEAN (DEFA) selesai, yang implementasinya diharapkan memperluas ekonomi digital kawasan hingga 2 triliun dolar AS (sekitar Rp35,6 kuadriliun) pada tahun 2030.

“Keunggulan China di sektor teknologi, inovasi, infrastruktur digital, lokapasar, dan teknologi baru menjadikannya mitra yang tepat dalam transformasi ini,” kata Kao.

Baca juga: Upayakan perdamaian, ASEAN lanjutkan dialog intensif dengan Myanmar

Prioritas ketiga kerja sama ASEAN-China adalah pada sektor kerja sama energi, di mana krisis di Timur Tengah menyingkap kerentanan rantai pasok energi dan pangan global terhadap ketegangan geopolitik.

Dengan kerja sama tersebut, ASEAN dan China patut memperdalam kerja sama demi meningkatkan ketahanan energi dan pangan selain juga penguatan daya tahan rantai pasok, kata dia.

Sistem jaringan listrik (power grid) ASEAN juga memberi pijakan yang ajeg untuk mewujudkan konektivitas energi di tingkat kawasan, terlebih di tengah momentum gejolak energi akibat konflik.

Baca juga: Kao Kim Hourn: Timor Leste siap pegang keketuaan ASEAN tahun 2029

Selanjutnya, prioritas keempat dalam hubungan ASEAN-China adalah terkait upaya bersama mengatasi kejahatan lintas batas, mengingat penipuan daring, perdagangan orang, hingga terorisme tak dapat ditangani hanya dengan pendekatan satu negara saja.

Kerja sama dekat dan saling berbagi informasi, koordinasi antar-penegak hukum dan pembangunan kapasitas, hingga pemanfaatan teknologi memungkinkan pemberantasan kejahatan lintas batas dilakukan secara lebih efektif lagi, kata Kao.

Terakhir, prioritas kelima adalah kemajuan hubungan antar-masyarakat, yang meliputi peningkatan interaksi masyarakat ASEAN dan China di berbagai sektor, seperti pariwisata dan pendidikan.

Sekjen ASEAN itu menekankan pentingnya pertukaran di bidang pendidikan, kerja sama kebudayaan, inisiatif generasi muda, hingga kemitraan di tingkat kota dalam upaya mendorong interaksi antar-masyarakat di kawasan.

Baca juga: Sekjen ASEAN: Tahun ini momentum rampungkan CoC Laut China Selatan

Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Artikel ini telah dimuat di www.antaranews.com dengan Judul “Sekjen Kao tekankan lima prioritas kerja sama ASEAN-China” pada 2026-06-22 19:54:00

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *