• January 17, 2026 9:08 pm

Ditemukan 11 Anak Terpapar Ideologi Kekerasan Ekstrem, Dindik Jatim Perkuat Pengawasan Lintas Sektor

Ditemukan 11 Anak  Terpapar Ideologi Kekerasan Ekstrem, Dindik Jatim Perkuat Pengawasan Lintas Sektor

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

Ilustrasi(Dok Istimewa)

DINAS Pendidikan Jawa Timur memperkuat sistem pengawasan dan pencegahan sejak dini. melalui pendekatan edukatif,  serta kolaborasi lintas peran antara sekolah, keluarga, dan pemerintah, menyusul temuan siswa teridentifikasi terpapar ideologi kekerasan ekstrem.

“Kami akan berkoordinasi secara masif dengan seluruh kepala SMA, dan SMK di seluruh Jawa untuk mencegah meluasnya temuan kasus paparan ideologi kekerasan di Jawa Timur,” kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai di Surabaya, Jumat (9/1).

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri merilis temuan adanya 70 anak teridentifikasi terpapar ideologi kekerasan ekstrem. Puluhan anak yang terpapar ini berasal dari sejumlah daerah di Indonesia.

Dari puluhan anak yang terpapar tersebut, tim Densus 88 Antiteror Polri  menyebut paparan tertinggi berada di DKI Jakarta dengan 15 anak, disusul Jawa Barat 12 anak, Jawa Timur 11 anak, dan Jawa Tengah 9 anak. Dengan rentang kasus terpapar berada pada usia 11 hingga 18 tahun. 

Menurut Aries, temuan tersebut menjadi peringatan penting bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan, khususnya di Jawa Timur, untuk memperkuat sistem pencegahan sejak dini. 

“Langkah itu harus diperkuat melalui pendekatan edukatif, pengawasan yang ketat, serta kolaborasi lintas peran antara sekolah, keluarga, dan pemerintah. Anak-anak kita hari ini hidup dalam ruang digital yang bergerak sangat cepat. Tanpa pendampingan, pengawasan, dan literasi yang tepat, mereka rentan terpapar konten berbahaya yang tidak selalu tampak secara kasat mata,” tegas Aries.

Sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen melindungi peserta didik, Aries menegaskan pihaknya telah menyiapkan langkah strategis antisipatif. Diantaranya, Penguatan Literasi Digital Reflektif di Sekolah. 

Upaya ini, kata Aries, dimaksudkan untuk mendorong SMA, SMK, dan SLB tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis digital, tetapi juga literasi digital reflektif, yaitu kemampuan berpikir kritis sebelum merespons konten, memahami konteks dan dampak informasi, menunda reaksi emosional terhadap konten provokatif, serta membangun kesadaran bahwa tidak semua konten layak dipercaya, disebarkan, atau ditiru.

“Literasi digital harus menjadi bagian dari pendidikan karakter dan penguatan Profil Pelajar Pancasila, bukan sekadar pelajaran tambahan,” tegasnya.(H-2)

 

Artikel ini telah dimuat di mediaindonesia.com dengan Judul “Ditemukan 11 Anak Terpapar Ideologi Kekerasan Ekstrem, Dindik Jatim Perkuat Pengawasan Lintas Sektor” pada 2026-01-09 21:15:00

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *