• Thu. Oct 22nd, 2020

Diduga Teroris, Warga Kebarongan Diduga Ditangkap Densus 88

ByRedaksi PAKAR

Aug 18, 2013

BANYUMAS – Seorang warga Desa Kebarongan, RT 2/13 Kecamatan Kemranjen, Safei diduga ditangkap Densus 88 Sabtu (17/8). Penangkapan dilakukan di sebuah warung kopi RT 1/9 desa setempat, saat mengantarkan keponakan membeli permen.

Pemilik warung, Titi Rohayati, menceritakan, pencidukkan Safei dilakukan lima orang yang lebih dulu berada di warung. Secara tiba-tiba, mereka menyergap dan memasukkan Safii ke dalam mobil Avanza berwarna Silver, lalu membawa kabur.

Saat ditangkap, Safei tengah mengantarkan keponakannya, Zahrotun (5) untuk membeli permen di warung Titi Rohayati. Sesaat dia meletakkan Zahrotun di kursi, lalu bergegas mengambilkan permen. Namun belum juga mengambil, lebih dulu dia disergap.

”Kejadiannya sangat cepat. Lima orang disini menangkap, sementara ada dua mobil di depan, lalu pergi entah kemana. Yang saya lihat tidak ada yang memegang benda tajam, apalagi penodongan. Safii juga tidak membawa barang apa-apa,” katanya ditemui di lokasi kejadian.

Dalam proses penangkapan, lanjutnya Safei sempat berontak. Hanya saja tidak berdaya karena harus melawan lima orang yang menyergap.

Keduanya mengaku tidak tahu apa dan siapa orang yang menangkap Safei. Yang mereka tahu, lima orang diantaranya merupakan pelanggan kopi yang sejak beberapa waktu sebelumnya nongkrong di warungnya.

Safei diketahui anak pasangan Slamet Raharjo (60) dengan Musrifah (60) yang memiliki usaha penjualan bibit tanaman. Informasi dari keluarga, Safei lahir tahun 1992 dan merupakan anak ketujuh dari delapan bersaudara.

Safei mengenyam pendidikan Madrasah Aliyah dan tidak lulus karena keluar saat kelas XI. Kesehariannya membantu ayahnya berjualan bibit tanaman.

Ditemui di rumah, Slamet Raharjo membenarkan adanya penangkapan Safii, meski tidak melihat langsung. Slamet mengaku pasrah dengan penangkapan tersebut. Dia juga tidak melakukan pencarian atau pelaporan kepada pihak berwajib karena mengaku tak tahu prosedur.

”Saya tidak tahu apa-apa. Kalau memang ada salah dari anak saya (Safei) silakan ditangani, dibimbing. Saya tidak tahu kemana harus mencari, kemana harus melapor,” katanya.

Mengenai dugaan keterlibatan Safei dengan kelompok teroris, dia juga mengaku tak tahu. Meski diakuinya, sejak setahun terakhir muncul dugaan keanehan.

 

Published in Suaramerdeka.com on 17 August 2013 | Teguh Hidayat Akbar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *