• January 29, 2022 9:07 pm

Gegara Imam Khotbah Radikal, Masjid di Prancis Tutup 6 Bulan

Suara.com – Sebuah masjid Prancis ditutup selama 6 bulan karena imam memberi khotbah yang sifat radikal, kata otoritas regional kepada AFP.

Menyadur France24 Rabu (29/12/2021), masjid di Beauvais, kota yang berjarak sekitar 100 kilometer utara Paris ini ditutup karena menghasut kebencian, kekerasan dan membela jihad.

Langkah itu dilakukan dua minggu setelah Menteri Dalam Negeri Gerald Darmanin mengatakan imam di sana menargetkan orang Kristen, homoseksual dan Yahudi dalam khotbahnya.

“Ini, tidak dapat diterima,” kata Darmanin.

Baca Juga:
Penjelasan Lengkap Ustaz Dasad Latif Terkait Masjid Ditutup Pasar Dibuka

Pihak berwenang setempat secara hukum terikat meluncurkan periode pengumpulan informasi 10 hari sebelum mengambil tindakan. Namun pada hari Selasa, mereka mengtakan masjid akan ditutup dalam waktu dua hari.

Ilustrasi masjid (pexels-konevi)

Harian lokal Courrier Picard melaporkan bulan ini bahwa imam masjid baru saja masuk Islam.

Seorang pengacara asosiasi pengelola masjid, Samim Bolaky mengatakan mereka telah mengajukan perintah untuk membatalkan larangan tersebut. Ia mengatakan akan ada sidang pengadilan atas banding dalam waktu 48 jam.

Pihak berwenang mengatakan imam itu sebenarnya hadir secara teratur di masjid namun menurut asosiasi dia hanya berkhotbah sesekali dan sekarang telah diskors.

Imam itu telah menyebut jihad, istilah untuk perang melawan musuh-musuh Islam sebagai sebuah “kewajiban”, dan telah memuliakan para pejuangnya sebagai “pahlawan” yang melindungi Islam dari pengaruh Barat.

Baca Juga:
Ceramah Ustaz Dasad Latif soal Kenapa Masjid Ditutup tapi Pasar Masih Buka

Dia juga menyebut non-Muslim sebagai “musuh”.

“Ancaman teroris tetap pada tingkat yang sangat tinggi” dan penutupan itu “bertujuan untuk mencegah tindakan terorisme yang dilakukan,” jelas dokumen resmi yang mengutip alasan penutupan masjid.

Sumber: Suara.com | Gegara Imam Khotbah Radikal, Masjid di Prancis Tutup 6 Bulan

Leave a Reply

Your email address will not be published.