• April 20, 2024 8:39 am
Hakim Vonis Seumur Hidup Pelaku Serangan

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

SEORANG pria Kanada yang membunuh pekerja salon pijat di Toronto dan melukai satu orang lagi dengan pedang, dalam kasus terorisme pertama yang terkait dengan gerakan “incel” misogynis diberi hukuman seumur hidup.

Individu tersebut, yang tidak diidentifikasi karena hanya berusia 17 tahun pada saat serangan pada Februari 2020, telah mengaku bersalah.

Saat ini berusia 21 tahun, ia dijatuhi penjara seumur hidup, tanpa kemungkinan bebas bersyarat sampai ia menjalani 10 tahun penjara — yang merupakan maksimum untuk pelaku kejahatan remaja — ditambah tiga tahun yang akan dijalani bersamaan untuk upaya pembunuhan.

Baca juga: Pertemuan Kanada dan Uni Eropa Bahas Dukungan untuk Ukraina dan Kerja Sama Iklim

Pada bulan Juni, seorang hakim menyatakan serangan tersebut dapat dianggap sebagai tindakan terorisme karena remaja tersebut terinspirasi oleh gerakan incel. Incel ialah kelompok online pria yang membenci perempuan dan mendeskripsikan diri mereka sebagai celibate secara paksa.

Anggota kelompok ini telah menargetkan mereka yang dianggapnya sebagai perempuan atau pria yang menarik secara seksual dengan kekerasan dan cacian online.

Baca juga: HI Unas Gandeng FPCI Bahas Indonesia-Kanada sebagai Entrepreneurial State

Namun, kasus ini menjadi kali pertama di Kanada, bahwa pihak berwenang mengakui kekerasan berbasis gender sebagai tindakan terorisme, yang akan memperpanjang hukuman pelaku yang telah divonis.

Pada sidang vonis, Selasa, Hakim Suhail Akhtar mengecam kebiadaban yang dimotivasi oleh misogini pelaku dalam menolak argumen pembelaan untuk hukuman remaja yang lebih ringan. Akhtar dikutip oleh media setempat mengatakan korban, yang ditikam 42 kali, telah dibantai.

Diketahui remaja tersebut mencari perempuan untuk diserang dengan pedang. Dia menikam mati resepsionis salon pijat, sebelum berhasil dihentikan perempuan lain yang juga terluka.

Polisi mengatakan mereka menemukan catatan tertulis di saku celananya yang menyerukan pemberontakan “incel,” dan selama penangkapannya ia mengatakan kepada mereka: “Saya ingin membunuh semua orang di gedung itu dan saya senang saya sudah membunuh satu orang.”

Kelompok “incel” sebelumnya membuat berita di Kanada pada 2018 ketika seorang pria yang mengaku menjadi bagian dari gerakan tersebut mengemudikan mobil sewaan ke trotoar yang ramai di Toronto, menewaskan 11 orang yang sebagian besar perempuan dan melukai 16 lainnya.

Penyerang tersebut, Alek Minassian, dijatuhi hukuman seumur hidup tahun lalu atas pembunuhan tersebut, tetapi tidak pernah didakwa dengan tindak terorisme. (AFP/Z-3)

SEORANG pria Kanada yang membunuh pekerja salon pijat di Toronto dan melukai satu orang lagi dengan pedang, dalam kasus terorisme pertama yang terkait dengan gerakan “incel” misogynis diberi hukuman seumur hidup.

Individu tersebut, yang tidak diidentifikasi karena hanya berusia 17 tahun pada saat serangan pada Februari 2020, telah mengaku bersalah.

Saat ini berusia 21 tahun, ia dijatuhi penjara seumur hidup, tanpa kemungkinan bebas bersyarat sampai ia menjalani 10 tahun penjara — yang merupakan maksimum untuk pelaku kejahatan remaja — ditambah tiga tahun yang akan dijalani bersamaan untuk upaya pembunuhan.

Baca juga: Pertemuan Kanada dan Uni Eropa Bahas Dukungan untuk Ukraina dan Kerja Sama Iklim

Pada bulan Juni, seorang hakim menyatakan serangan tersebut dapat dianggap sebagai tindakan terorisme karena remaja tersebut terinspirasi oleh gerakan incel. Incel ialah kelompok online pria yang membenci perempuan dan mendeskripsikan diri mereka sebagai celibate secara paksa.

Anggota kelompok ini telah menargetkan mereka yang dianggapnya sebagai perempuan atau pria yang menarik secara seksual dengan kekerasan dan cacian online.

Baca juga: HI Unas Gandeng FPCI Bahas Indonesia-Kanada sebagai Entrepreneurial State

Namun, kasus ini menjadi kali pertama di Kanada, bahwa pihak berwenang mengakui kekerasan berbasis gender sebagai tindakan terorisme, yang akan memperpanjang hukuman pelaku yang telah divonis.

Pada sidang vonis, Selasa, Hakim Suhail Akhtar mengecam kebiadaban yang dimotivasi oleh misogini pelaku dalam menolak argumen pembelaan untuk hukuman remaja yang lebih ringan. Akhtar dikutip oleh media setempat mengatakan korban, yang ditikam 42 kali, telah dibantai.

Diketahui remaja tersebut mencari perempuan untuk diserang dengan pedang. Dia menikam mati resepsionis salon pijat, sebelum berhasil dihentikan perempuan lain yang juga terluka.

Polisi mengatakan mereka menemukan catatan tertulis di saku celananya yang menyerukan pemberontakan “incel,” dan selama penangkapannya ia mengatakan kepada mereka: “Saya ingin membunuh semua orang di gedung itu dan saya senang saya sudah membunuh satu orang.”

Kelompok “incel” sebelumnya membuat berita di Kanada pada 2018 ketika seorang pria yang mengaku menjadi bagian dari gerakan tersebut mengemudikan mobil sewaan ke trotoar yang ramai di Toronto, menewaskan 11 orang yang sebagian besar perempuan dan melukai 16 lainnya.

Penyerang tersebut, Alek Minassian, dijatuhi hukuman seumur hidup tahun lalu atas pembunuhan tersebut, tetapi tidak pernah didakwa dengan tindak terorisme. (AFP/Z-3)

Artikel ini telah dimuat di mediaindonesia.com dengan Judul “Hakim Vonis Seumur Hidup Pelaku Serangan ‘Incel’ sebagai Tindakan Terorisme di Kanada” pada 2023-11-29 05:45:31

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *